cropped-WhatsApp-Image-2022-02-01-at-16.31.58.jpeg
Hukum Bisnis – Aturan Penting untuk PeBisnis

Punya bisnis besar di usia muda tentunya bakal memudahkan Anda dari segi finansial. Tak perlu sibuk kerja dari pagi sampai malam, Anda hanya perlu fokus mengelola bisnis dan memastikan pekerja yang terlibat mampu mengerjakan masing-masing tugas. Bukan cuma itu, secara tak langsung kamu membantu perkembangan ekonomi negara.

Namun, mengembangkan bisnis juga butuh perjuangan. Anda harus mengorbankan modal yang besar, bahkan menghadapi kerugian kalau salah perhitungan. Makanya, Anda harus menyiapkan berbagai hal sejak awal. Termasuk urusan dan aturan yang berhubungan dengan bisnis yang dikenal sebagai hukum bisnis.

Apa itu hukum bisnis?

Secara umum, hukum bisnis adalah sekumpulan aturan yang mengatur kegiatan bisnis supaya berjalan sesuai koridor yang ditetapkan. Seperti hukum di bidang lainnya, hukum bisnis dituangkan secara tertulis. Aplikasinya pun ditujukan untuk melindungi, mengawasi, sekaligus mengatur segala aktivitas yang berkaitan dengan perdagangan industri, baik untuk barang dan jasa.

Dengan mengetahui hukum bisnis, Anda yang baru terjun di dunia bisnis bakal terhindar dari berbagai masalah. Misalnya saja plagiarisme yang kerap terjadi pada brand atau logo yang dipakai. Selain itu, pebisnis pemula juga bakal mempelajari kode etik yang berhubungan dengan profesi sebagai pebisnis.

Untuk langkah awal, pebisnis pemula sebaiknya mengetahui dasar-dasar hukum bisnis di bidang yang mereka kelola. Langkah ini membantumu meminimalisasi risiko, terutama saat mengurus legalitas dokumen dan status bisnis. Seiring berjalannya waktu, Anda bisa teruskan dengan mengulik aturan dan kebijakan lebih kompleks demi melindungi bisnis.

Apa saja tujuan dan fungsi hukum bisnis?

Ketika mendengar kata hukum, Anda barangkali langsung memikirkan hal-hal yang dekat dengan keadilan, kebenaran, hingga denda. Namun, hukum, termasuk hukum bisnis, punya lingkup yang lebih luas. Untuk tujuannya saja meliputi:

  • Menjamin fungsi keamanan mekanisme pasar agar lancar dan efisien;
  • Melindungi macam-macam usaha, dari yang skalanya kecil hingga besar;
  • Membantu perbaikan sistem keuangan dan perbankan;
  • Memberikan proteksi kepada pelaku di bidang ekonomi;
  • Mewujudkan bisnis aman dan adil untuk seluruh pelaku bisnis.

Sementara fungsi hukum bisnis mencakup:

  • Dapat dijadikan sumber informasi yang bermanfaat bagi pelaku bisnis;
  • Membantu menjelaskan hak dan kewajiban dalam praktik bisnis, sehingga Anda bisa menyiapkan dan mengelolanya dengan baik;
  • Mewujudkan watak serta perilaku yang baik kepada pelaku bisnis agar mereka dapat beraktivitas secara adil, wajar, dan jujur.

Apa saja sumber hukum bisnis?

Hukum bisnis tentunya tak muncul tiba-tiba. Ada sumber-sumber yang digunakan untuk menyusunnya. Di Indonesia, ada dua sumber hukum yang dipakai, yakni sumber hukum formil dan sumber hukum materiil.

Sumber hukum formil biasanya berkaitan dengan prosedur dan cara pembentukan. Secara langsung, sumber ini juga membantu pembentukan hukum. Adapun jenis-jenisnya mencakup undang-undang (termasuk UUD 1945), keputusan presiden, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah. Selain itu, traktat yang mencakup perjanjian antarnegara dalam beberapa bentuk, yurisprudensi (putusan hakim), dan doktrin ahli hukum masuk ke sumber hukum formil.

Bagaimana dengan sumber hukum materiil? Pada sumber hukum ini, ada beberapa faktor yang membantu pembentukan isi hukumnya, antara lain sosial-ekonomi, agama, serta tata hukum yang datang dari negara lain.

Baik sumber hukum formil dan materiil digunakan untuk menghasilkan hukum bisnis. Sebagai contoh, berikut sumber hukum bisnis secara formil yang diperoleh dari undang undang:

  • Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata). Kumpulan undang-undang di dalamnya mengatur hubungan atas kebendaan maupun antara badan hukum dan perorangan. Aturan jual beli, penyewaan, dan pinjaman juga masuk ke sumber hukum ini;
  • Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Di dalamnya terdapat undang-undang yang mengatur tindakan pidana dalam bisnis, misalnya pencurian dan penipuan;
  • Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD). Di sini, Anda bakal menjumpai aturan persoalan perdagangan yang belum diatur dalam KUHPerdata;
  • Aturan lain di luar tiga perundang-undangan di atas, misalnya yang mengatur perseroan terbatas dan investasi.

Seperti apa contoh penerapan hukum bisnis?

Supaya Anda bisa memahami penerapan hukum bisnis di lapangan, mari cek contoh-contohnya berikut ini!

Contoh di bidang perkreditan

Perkreditan adalah hal umum di dunia bisnis, tetapi Anda harus mengikuti prosedur supaya tahap pengajuannya lancar. Perkreditan dibagi menjadi beberapa jenis dan hukum bisnis sangat dibutuhkan untuk menentukan jumlah pinjaman hingga bunga yang dikenakan.

Contoh di sektor ikatan bisnis

Ikatan dalam dunia bisnis umumnya memakai KUH Perdata sebagai landasannya. Terdapat tiga sumber di dalamnya, antara lain sumber perikatan dari perjanjian, perikatan dari perundang-undangan, dan perikatan non-perjanjian.

Contoh di hukum perjanjian

Fungsi dan manfaat hukum bisnis sangat terasa saat Anda mengurus kontrak atau perjanjian. Keduanya mengandung pasal-pasal dan sejumlah poin dengan dasar hukum yang harus diikuti. Jadi kalau sampai tak mempelajari hukum bisnis, Anda bisa terjebak banyak masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *